Berikut Cara Menghitung Rumus Payback Period

Rumus Payback period merupakan periode pengembalian modal, jadi pada periode tersebut perusahaan harus mampu mengembalikan nilai investasi menyeluruh.

Rumus Payback period merupakan periode pengembalian modal, jadi pada periode tersebut perusahaan harus mampu mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh investor.

Metode ini sangat sering dipilih bagi pelaku usaha dan juga investor. Karena dengan cara ini kedua belah pihak dapat dijadikan penentu untuk mengambil keputusan investasi baik secara finansial atau pada suatu proyek.

Untuk melakukannya perlu dilakukan perhitungan tepat menggunakan rumus payback period. Biasanya untuk waktu pengembalian yang lama. Tidak banyak diminati oleh sebagian pelaku usaha atau juga investor.

Apa itu Payback Period dan Fungsinya

Sumber : BiznessProfesionals

Metode perhitungan menggunakan rumus payback period ini dilakukan untuk menganalisis berapa lama waktu dibutuhkan seorang pelaku usaha atau perusahaan dalam mengembali nilai investasi secara penuh atau seluruhnya.

Ada dua faktor yang harus diperhatikan dalam jangka waktu pengembalian modal ini yaitu, lama waktunya dibutuhkan pengusaha untuk mengembalikannya dan yang kedua adalah kapan manfaat dari bisnisnya tersebut bisa didapatkan.

Cara ini juga bisa menguntungkan para investor karena mereka bisa menilai terlebih dahulu apakah bisnis tersebut bisa menghasilkan keuntungan jelas atau sebaliknya. Jadi, dibutuhkan pemahaman mengenai cara menghitung menggunakan rumus payback period untuk bisa menganalisisnya dengan tepat.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan cara ini adalah perusahaan sering mengabaikan biaya tambahan pendukung investasi karena terlalu fokus pada pengembalian modal saja. Padahal biaya tersebut juga harus dihitung, hal ini sering membuat perusahaan mengalami kerugian.

Jadi, selain fokus pada periode pengembalian modalnya perusahaan juga harus tetap menghitung biaya lainnya untuk bisa menetapkan harga jual dari sebuah produk barang atau jasanya.

Karena rumus payback period berfungsi untuk menghitung lamanya waktu pengembalian modal saja tetapi belum mencakup perhitungan laba atau profit yang bisa investor terima.

Baca Juga : Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner

Keuntungan Menghitung Menggunakan Rumus Payback Period

keuntungan menghitung payback period
Sumber : Unsplash

Ada beberapa keuntungan bisa didapatkan oleh pemilik usaha maupun investor setelah menerapkan metode ini. beriku tini keuntungan yang bisa didapatkan setelah menghitung menggunakan rumus dari payback period.

1. Bisa Memperhitungkan Segala Resiko Akan Terjadi

Melakukan analisis dan perhitungan yang tepat mengenai pengembalian modal ini. Sehingga memberikan keuntungan untuk Anda bisa memperhitungkan segala risiko berpotensi terjadi pada bisnisnya.

Biasanya ketika pemilik usaha dan investor memutuskan menggunakan perhitungan rumus payback period. Untuk suatu proyek memerlukan waktu pengembalian modal dalam kurun waktu yang singkat.

Semakin cepat pengerjaan akan semakin sedikit juga risiko diterima nantinya, sehingga pengembalian modal akan lebih cepat dilakukan.

2. Dapat Mengetahui Kurun Waktu Pengembalian

Dengan menggunakan rumus payback period, Anda akan mengetahui kurun waktu pengembalian modal dari investor secara pasti. Sehingga pemilik usaha akan memperhitungkan dengan pasti dan tepat bagaimana cara untuk menyelesaikan satu proyek.

3. Mudah dan Juga Sederhana

Rumus payback period ini sangat mudah dan sederhana. Dengan menggunakan rumus tersebut Anda bisa mengetahui kurun waktu secara pasti untuk bisa mengembalikan dana investasi yang dijadikan modal untuk sebuah proyek atau usaha.

Rumus tersebut juga akan berfungsi untuk membantu pemilik usaha memperhitungkan dengan matang rencana-rencana pada proyeknya untuk bisa mengembalikan modalnya.

4. Memilih Proyek dengan Matang

Perusahaan bisa saja menjalankan proyek lebih dari satu, tetapi menjalankan banyak proyek juga membutuhkan dana tidak sedikit. Jadi, Anda bisa menjalankan dua proyek sekaligus untuk dijadikan perbandingan.

Perbandingan tersebut untuk mencari tahu proyek mana yang bisa diselesaikan dalam kurun waktu lebih singkat. Sehingga di masa akan datang Anda bisa mengetahui proyek mana yang cocok untuk dijadikan proyek alternatif dan proyek utama.

Langkah Mudah Menghitung dengan Rumus Payback Period

cara menghitung payback period
Sumber : eduBCA

Cara menghitung waktu pengembalian modal ini bisa disebut mudah dan sederhana. Rumus bisa digunakan adalah Payback Period = Nilai Investasi/Kas Masuk Bersih. Kas masuk bersih diasumsikan akan bernilai sama setiap periode atau pertahunnya.

Jadi, jika Perusahaan XYZ memutuskan untuk membeli alat konveksi seharga Rp 1 juta. Dengan Kas bersih setiap tahunnya Rp 50 ribu. Maka payback period untuk mesin tersebut bisa menggunakan rumusnya Nilai investasi 1 Juta Rupiah dibagi dengan Kas Bersih 50 Ribu Rupiah.

Hasil bagi dari 1000.0000/50.000 adalah 20. Jadi, hasilnya kurun waktu seorang pengusaha bisa melakukan pengembalian modalnya adalah 20 hari saja.

Tetapi untuk usaha yang memiliki arus kas bersih berbeda setiap periode atau tahunnya memiliki rumus payback period yang berbeda lagi. Rumusnya adalah Payback Period = n + (a-b) : (c-b) x 1 tahun.

Dengan keterangan “n” merupakan syarat pengembalian modalnya, “a” adalah jumlah investasi semual, “b” total kumulatif dari arus kas pada periode ke (n). Terakhir, “c” adalah total kumulatif pada satu periode ke (n+1).

Jadi jika Perusahaan PQR melakukan investasi sebanyak Rp 6 juta, syarat pengembaliannya adalah 2 tahun 5 bulan dan arus kas pada periode pertama, kedua dan ketiga adalah Rp 2,5 juta, Rp 3 juta , dan Rp 4 juta. Maka payback periodnya bisa menggunakan rumus sebelumnya.

Pertama harus dilakukan adalah meneruskan arus kas kumulatifnya dengan cara, Periode 1 : Rp 2.500.000, Periode 2 : Rp 2.500.000 + Rp 3000.000 = Rp 5.500.000, Periode 3 : Rp 5.500.000 + Rp 4000.000 = Rp 9.500.000.

Sehingga dapat diketahui bahwa a sebagai jumlah investasi awalnya adalah Rp 6.000.000, b sebagai total kumulatif periode kedua yaitu Rp 5.500.000, dan c sebagai total periode kumulatif periode n+1 jadi Rp 9.500.000 sehingga n+1 = periode ke 2+1 = 3.

Jadi jika semuanya dimasukkan kedalam rumus jadi seperti ini, PP = 2 + (Rp 6.000.000-Rp5.500.000)/(Rp 9.500.000-Rp5.500.000) x 1 tahun. 

Sehingga menjadi seperti ini, PP = 2 + (Rp 500.000)/(Rp 4.000.000)x 1 tahun. Hasilnya adalah PP = 2 + 0,2 x 1 tahun. Hasil akhirnya adalah Payback Period adalah 2 tahun 2 bulan. Melalui hasil tersebut maka masa pengembaliannya masih bisa layak diterima.

Cara hitung menggunakan metode pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu mempermudah perusahaan dan investor mengetahui proyek akan selesai dan waktu pasti manfaat yang akan didapatkan. Perhitungan menggunakan rumus payback period banyak dipilih oleh investor dan pemilik usaha untuk memperkecil risiko.

Baca Juga : Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Start your 30-day free trial