Penerapan Contoh Soft Selling Makanan dan Keunggulannya

contoh soft selling makanan telah diterapkan oleh banyak produsen untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya.

Contoh soft selling makanan pasti Anda butuhkan untuk mempromosikan produk yang ada. Saat ini banyak produk telah menerapkan teknik tersebut dalam bidang periklanan dan promosi berbagai macam produk untuk kebutuhan. 

Peningkatan kebutuhan berbanding lurus dengan banyaknya bermunculan produsen untuk menyediakan hal tersebut. Untuk itu, di tengah banyaknya persaingan, tentu promosi harus ditingkatkan untuk tetap bertahan dalam industri ini. 

Soft Selling untuk Mempromosikan Sebuah Produk

soft selling untuk  memperkenalkan produk
Sumber : LibertyID

Sebuah promosi sangat dibutuhkan produk agar dapat menarik minat para pelanggan untuk tertarik menggunakan produk atau layanan tersedia. Ini adalah hal lumrah dalam dunia penjualan untuk melakukan strategi periklanan. 

Setiap produk jika ingin lebih dikenal, secara umum perlu menggunakan selling poin yang unik. Salah satu jenis selling poin yang kian banyak digunakan saat ini adalah teknik soft selling dalam promosi sebuah produk atau jasa. 

Soft selling merupakan teknik pemasaran dilakukan dengan cara samar atau lembut. Sehingga, sering kali orang yang menyaksikannya tidak sadar dengan kalimat tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produknya dan mengajak untuk menggunakannya. 

Penerapan teknik ini bisa pada contoh soft selling makanan. Dengan hal tersebut, konsumen akan lebih nyaman dengan penggunaan kalimat-kalaimat halus dan apik untuk melakukan promosi. Serta kesannya tidak ada paksaan untuk membeli suatu barang. 

Penggunaan strategi tersebut telah direncanakan oleh tim pemasaran suatu perusahaan dengan tidak terlalu agresif. Hal tersebut untuk membuat para calon konsumen lebih penasaran dengan produk yang sedang ditawarkan. 

Dengan timbulnya rasa penasaran besar, maka tidak menutup kemungkinan akan membuat seorang konsumen untuk tertarik membeli produk tersebut. Serta tidak menutup kemungkinan untuk menjadikannya langganan. 

Penggunaan kalimat santai, ramah, penyampaian ide baru, sajian konten unik dan menarik serta selipan humor di beberapa partnya merupakan ciri-ciri dari penggunaan soft selling. Ini banyak digunakan pada contoh soft selling makanan.

Terkadang dengan menggunakan teknik tersebut, Anda tidak akan menyadari bahwa hal tersebut adalah bagian dari promosi. Ini karena penyampaiannya yang sangat halus hingga samar dan tidak ada kesan paksaan dalam menggunakan suatu produk tertentu. 

Baca Juga : Strategi Pemasaran Produk Makanan Paling Efektif

Keunggulan Penggunaan Teknik Soft Selling

keunggulan soft selling
Sumber : Enterpreneur

Keunggulan pertama menggunakan contoh soft selling makanan ini adalah konsumen tidak akan merasa terganggu dengan pendekatan yang digunakan. Penggunaan kalimat sangat halus serta tidak terkesan dipaksakan untuk memakan produk tersebut. 

Dengan hal tersebut, setiap calon konsumen yang menyaksikan iklan atau promosinya akan merasa nyaman karena produk untuk dibeli sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Tidak ada tindakan yang mengharuskannya menggunakan produk tersebut. 

Kedua adalah akan membangun suatu kepercayaan bagi calon konsumen dengan tujuan dalam jangka panjang. Ini karena dilihat dari interaksi dalam memberikan pelayanan terbaik akan membangun kepercayaan calon konsumen ke pada perusahaan.

Ketiga, menghadirkan merk yang memiliki citra positif. Dengan keramahan dan kenyamanan untuk diberikan melalui penggunaan teknik ini akan membangun citra positif terhadap suatu merk. Ini dapat di temukan pada salah satu contoh soft selling makanan pada umumnya. 

Keempat, membuka kesempatan untuk mendapatkan jumlah konsumen tetap. Dengan menghadirkan berbagai pengalaman positif terhadap suatu brand, akan membuat konsumen tersebut tidak akan ragu dalam memilih suatu produk secara berulang. 

Keunggulan terakhir adalah saat konsumen telah menjadi pembeli tetap, maka akan tercipta brand loyalty. Ini akan menciptakan sejenis ikatan yang sifatnya emosional antara para pelanggan dengan produk yang ditawarkan suatu perusahaan. 

Penerapan Contoh Soft Selling Makanan

penerapan contoh soft selling makanan
Sumber : BssCommerce

Contoh soft selling yang sering diterapkan oleh produsen dalam mengiklankan produk pertama adalah melakukan iklan terselubung. Iklan terselubung dapat di temui misalnya sebuah acara menampilkan sebuah produk makanan di di depannya. 

Produk tersebut hanya ditampilkan tanpa perlu dijelaskan oleh orang yang berada di tempat tersebut. Orang yang berada di tempat acara dapat mengonsumsi atau tidak produk tersebut selama penayangan. 

Jika yang tampil adalah orang terkenal, maka otomatis konsumen akan tertarik dengan produk yang ada dalam tayangan tersebut. Jadi, contoh soft selling makanan ini bisa jadi satu solusi untuk menghadirkan euphoria penonton dengan menghadirkan tokoh publik terkenal. 

Penerapan ke dua ini dapat di temui di platform e-commerce. Misalnya pada platform tersebut Anda memasukkan list belanjaan pada keranjang. Tetapi, lama tidak melakukan check out terhadap produk tersebut. 

Maka biasanya Anda akan dapat pesan dari admin official store produk tersebut. Misalnya kata-kata seperti menanyakan kendala data check out sehingga membutuhkan bantuan dari pihak store. Atau beberapa pertanyaan lainnya untuk menarik perhatian calon konsumen. 

Contoh soft selling makanan yang diterapkan adalah dengan pemberian sampel makanan ke pada beberapa konsumen. Lalu pihak produsen akan meminta pendapat atau review Anda mengenai produk makanan tersebut. 

Dengan adanya sample tersebut, maka dengan sendirinya Anda bisa nilai kualitas produk makanan yang ditawarkan. Sehingga akan muncul ketertarikan untuk membeli bila sesuai dengan selera Anda. Ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produknya. 

Bukan rahasia lagi bahwa media sosial memberikan berbagai dampak besar pada kehidupan. Tidak ketinggalan pada pemasaran atau periklanan suatu produk tertentu. Dengan dampak demikian, media sosial sangat cocok untuk dijadikan sarana promosi. 

Contoh soft selling makanan pada saat pihak produsen membuat konten-konten makanan berupa rekomendasi hingga penilaian dari makanan tersebut. Namun, disampaikan dengan tidak seperti bahwa pihak tersebut sedang menjual sebuah produk. 

Ini banyak digunakan melihat bagaimana efek yang ditimbulkan dalam penggunaan media sosial. Sehingga, dengan memasarkan di media sosial akan menggaet konsumen yang lebih besar lagi jangkauannya. 

Penggunaan teknik soft selling dalam mempromosikan suatu produk telah diterapkan oleh banyak produsen dalam melakukan pemasaran produknya. Banyak keunggulan untuk penggunaan dan penerapannya. Tidak ketinggalan pada contoh soft selling makanan yang juga banyak menggunakan teknik satu ini. 

Baca Juga : Ide dan Tips Memulai Bisnis Online Makanan Untuk Pemula

Start your 30-day free trial