Perbedaan Soft Selling Dan Hard Selling Dalam 4 Aspek

November 3, 2021

Di dalam dunia pemasaran, beberapa cara dapat dilakukan untuk memasarkan produk kepada konsumen. Di antara metode-metode tersebut yang sering menjadi pembicaraan adalah metode soft selling dan hard selling. Bagi pelaku usaha, keduanya memiliki peran tersendiri dan juga membawa pengaruh terhadap perkembangan bisnis yang sedang dijalankan. Hard selling memiliki pengertian sebagai sebuah metode yang dilakukan entrepreneur secara langsung atau terbuka. Sedangkan untuk soft selling sebaliknya, penawaran dilakukan dengan cara halus. Meski ada perbedaan soft selling dan hard selling namun tujuan akhirnya tetap sama yaitu merangkul konsumen untuk membeli produk yang dijual. 

Baca Juga: 10 Aplikasi Bisnis Online Terbaik untuk Pebisnis Pemula

Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling Dalam Aspek Dan Strategi Promosi

mengetahui perbedaan soft sell dan hard sell penting untuk strategi marketing Anda

Apabila ditarik dari segi bahasa sebetulnya Anda pasti akan langsung mengetahui apa saja perbedaan dari kedua metode tersebut. Seperti uraian sebelumnya hard selling dilakukan secara langsung dan soft selling sebaliknya, yaitu melalui cara yang halus. Akan tetapi, untuk mengetahui apa saja perbedaan dari kedua metode ini, berikut beberapa aspek perbedaannya:

1. Jangka Waktu Dalam Proses Penjualan

Perbedaan yang pertama adalah dari segi penjualan. Hard selling menggunakan sistem pendekatan langsung tanpa ada proses basa-basi. Konsumen diminta melakukan transaksi terhadap barang dagangan saat itu juga. Sehingga dapat disimpulkan jangka waktu penjualannya pendek. Sebaliknya untuk soft selling target penjualannya cukup panjang. Tujuannya tidak hanya untuk penjualan saja, akan tetapi juga untuk mengembangkan jangkauan konsumen. Artinya dari iklan diharapkan konsumen dapat merekomendasikan barang kepada orang lain seperti kawan atau kerabat mereka. Meskipun dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa soft selling lebih bagus. Namun, beberapa kondisi tertentu penggunaan hard selling dianggap efektif juga.

2. Perbedaan Soft Selling Dan Hard Selling Tentang Ketertarikan Konsumen

Seperti uraian sebelumnya, soft selling dianggap lebih menarik konsumen karena mereka merekomendasikan barang tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Konsumen dibuat penasaran sehingga menggunakan produk tersebut. Selain itu juga membangun image bagus pada sebuah perusahaan. Sementara itu hard selling juga masih menarik minat konsumen. Bedanya untuk waktunya relatif lebih pendek. Seorang konsumen tidak diberikan kesempatan lebih untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait produk yang ditawarkan. Sehingga dari sisi ketertarikannya juga akan berlangsung lebih singkat.

3. Industri Yang Menggunakannya

Setiap bidang usaha atau perusahaan memiliki hak mempergunakan metode untuk memasarkan produknya. Apakah ingin melakukannya dengan soft selling atau hard selling. Terkadang sangat mungkin kedua metode ini digunakan bersamaan untuk teknik penjualan. Umumnya hard selling ini digunakan oleh industri seperti keuangan perbankan, asuransi dan sejenisnya. Sementara untuk soft selling seperti jasa konsultan, manufaktur dan sejenisnya. Keduanya bahkan juga terkadang digunakan untuk menambah capaian lain dari sebuah industri

Baca Juga: 12 Contoh Iklan Produk Makanan beserta Gambarnya

Begitulah perbedaan soft selling dan hard selling dari segi aspek penggunaannya. Di bawah ini akan dijelaskan perbedaan dari segi cara promosinya. Berikut ulasan ringkasnya:

Perbedaan Cara Promosi Soft Selling dan Hard Selling

perbedaan soft sell dan hard sell untuk usaha
Source: Freepik

1. Sample produk dan potongan harga

Pada metode soft selling pengguna sering membagikan sample produk pasaran. Hal ini cocok digunakan untuk mempromosikan produk baru. Tujuannya untuk mengenalkan produk kepada konsumen sehingga mereka dapat tertarik menggunakannya di kemudian hari. Sedangkan untuk hard selling, mereka menggunakan potongan harga untuk menarik pembeli. Jika dilihat dari segi psikologis, cara ini secara tidak sadar memberikan efek keterjangkauan membeli produk sehingga lebih tertarik untuk membeli.

2. Informasi relevan dan bonus pembelian

Informasi dalam soft selling secara implisit digunakan untuk memberi keterangan manfaat kepada pembeli. Berbeda dengan itu hard selling lebih menggunakan bonus seperti buy 1 get 1 untuk memainkan psikologis pembeli agar tertarik mengambil produk.

3. Informasi gambar dan doorprize

Pada metode soft selling, pengusaha sering menggunakan gambar yang menarik dan tentunya ikonik agar produk yang ditawarkan lebih dikenal luas dan mudah diingat audiens. Untuk menambah ketertarikan biasanya ditambah dengan kata-kata unik yang secara tidak sadar menawarkan sebuah produk. Sedangkan pada hard selling, metode untuk menarik pembeli dengan cara memberikan doorprize. Artinya jika Anda membeli sebuah produk maka ada hadiah yang bisa didapatkan sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Giveaway dan bundling

Untuk membangun hubungan baik antara penjual dan pembeli biasanya metode soft selling ini menggunakan teknik promosi giveaway. Cara ini cukup bermanfaat terutama jika Anda menggunakan sistem online. Sedangkan pada hard selling mereka menggunakan cara bundling, yaitu menyatukan beberapa produk dalam sebuah paket. Cara ini cukup familiar digunakan pada beberapa perusahaan yang menjual bermacam-macam produk yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama.

Itulah beberapa perbedaan soft selling dan hard selling jika dilihat dari aspek penggunaan dan sistem promosinya. Meski demikian keduanya dapat digunakan bersamaan. Apalagi bagi bisnis online dua cara tersebut akan lebih terbantu jika menggunakan jasa penjualan online profesional untuk membantu mengembangkan bisnis Anda.

Baca Juga: 7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil Anda


Artikel Terbaru

How to Succeed in Delivery

Restoran berkelanjutan sedang tren: pelajari bagaimana & mengapa menerapkannya penting untuk keberlanjutan restoran

Memprioritaskan keberlanjutan akan membantu restoran Anda meningkatkan penjualan dan menonjol dari pesaing secara besar-besaran.

Contoh Usaha UMKM Yang Sering Dicoba Oleh Kalangan Pemula

UMKM adalah usaha mikro kecil dan menengah. Simak 7 contoh bisnis UMKM di sini dan mulai jadi seorang pengusaha sekarang juga!

Mau Untung? Cobalah 7 Contoh Usaha Modal Kecil Untung Besar!

Ingin membuka usaha kecil dengan modal kecil dan tanpa repot? Simak 7 Contoh Usaha Modal Kecil untung besar yang Anda bisa coba

Perbedaan Soft Selling Dan Hard Selling Dalam 4 Aspek

Simak perbedaan antara soft dan hard sell di dunia marketing untuk membangun campaign dan strategi marketing usaha Anda!

Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol Bagi Entrepreneur

Ingin memulai jualan online tapi belum tau caranya? Simak 7 langkah dan cara memulai bisnis online dari nol yang Anda bisa coba sekarang.

How to Succeed in Delivery

Manfaat Dan Cara Daftar IUMK Online Bagi Pengusaha

Ingin mengajukan surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) untuk bisnis Anda? Simak syarat dan cara daftar IUMK online berikut ini.

How to Succeed in Delivery

Cara Meningkatkan Penjualan Online Untuk Bisnis Anda

Ingin tahu cara meningkatkan penjualan online usaha Anda? Ayo Simak 8 cara untuk menginkatkan penjualan online dengan mudah sekarang juga.

How to Succeed in Delivery

Cara dan Contoh Pembukuan Penjualan Bagi Bisnis Kecil

Simak cara dan Contoh Pembukuan Penjualan Sederhana Untuk Bisnis Kecil. Dari catatan pengeluaran dan pemasukan hingga persiapan buku inventaris.

Local Heroes

Bagaimana Mitra Global Hubster berbagi budaya melalui makanan

Bekerja dengan beragam pemilik restoran telah menunjukkan kepada kita bagaimana makanan dapat menjadi katalis untuk mengekspresikan dan berbagi budaya yang berbeda dengan dunia.