60 Contoh Usaha Makanan Ringan dan Cara Memulainya

Tak sesulit bisnis F&B lainnya, ada banyak sekali contoh usaha makanan ringan bermodal kecil yang dapat Anda coba. Berikut cara memulainya.

Makanan ringan saat ini telah menjadi bagian pokok dari banyak orang mulai dari kalangan bayi, anak hingga lansia. Kebanyakan orang menyukai cemilan atau makanan ringan karena makanan tersebut kerapkali dijadikan makanan pendamping kala jenuh, ada tamu, atau ketika sekedar ingin ngemil.

Dari banyaknya peminat makanan ringan, pasti akan menjadi pangsa bisnis yang menarik. Betul tidak?

Apabila Anda sedang terpikirkan untuk memulai usaha makanan ringan, berikut informasi lengkap seputar bagaimana cara memulai usaha makanan ringan yang mudah serta pilihan contoh usaha makanan ringan yang bisa Anda coba!

Cara Memulai Usaha Makanan Ringan dengan Modal Kecil

Untuk memulai bisnis cemilan tidak memerlukan modal yang besar, lho. Bahkan, jenis usaha ini terbilang cukup mudah untuk dilakukan dan cocok untuk para pemula di bidang bisnis.

Berikut beberapa tips dan cara untuk memulai usaha makanan ringan.

1. Memikirkan konsep

Mengetahui konsep dari usaha makanan ringan yang akan dijalankan terbilang penting. Tak hanya pada usaha makanan ringan, pada jenis usaha lainnya pun perlu untuk dipikirkan. Pertanyaan-pertanyaan seperti “nantinya mau seperti apa, bisa terus eksis hingga kapan, apakah yang akan saya lakukan jika ada kompetitor (saingan), dan ketika mulai surut saya harus apa?" harus sudah dipikirkan secara matang agar bisnis Anda dapat berjalan lama.

2. Menyiapkan modal

Setelah konsep Anda terbentuk, siapkan modal untuk memulai usaha makanan ringan yang Anda inginkan. Modal yang diambil harus dibagi menjadi 3 bagian yaitu modal produksi, modal tenaga dan modal cadangan.

Modal tenaga adalah modal yang akan Anda terima sebagai gaji pokok bulanan karena telah mengelola usaha tersebut. Modal produksi termasuk dalam modal membeli bahan, gaji tenaga bantu, transportasi, sarana memasak, dan sebagainya. Modal cadangan termasuk dalam modal kerusakan alat, kecelakaan kerja dan sejenisnya.

3. Memikirkan cara membuat

Mulailah dengan membuat makanan ringan yang memiliki karakter khas daripada cemilan lainnya. Misalnya, cemilan tahu bakso hampir sama intinya tahu yang diisi dengan bakso, tapi setiap penjual tentu memiliki ciri khas agar produknya tidak mudah ditiru. Ketika konsumen menilai cemilan Anda enak dan unik, tentu mereka akan bertahan membeli di tempat Anda.

Jenis makanan ringan ada banyak sekali tetapi jika makanan Anda lain daripada lainnya tentu membuat jumlah pembeli makin banyak.

4. Pemilihan kemasan

Cara mengemas ada 2 model yaitu kemasan instan dan kemasan natural. Kemasan instan adalah kemasan dengan wadah yang dicetak penuh karakter, tercantum kode produksi, ijin usaha, tanggal kadaluarsa dengan tampilan berbeda. Contoh kemasan instan seperti kemasan mie instan, chitato, taro, dan sebagainya.

Sedangkan untuk kemasan natural adalah kemasan sederhana yang hanya tercantum beberapa unsur penting produknya. Contoh kemasan natural seperti standing pouch, mika, plastik kedap udara dengan label satu warna, simbol khusus saja.

Untuk kemasan instan memang Anda akan keluar modal lebih banyak tetapi orang akan lebih tertarik karena dianggap hasil dari pabrik besar. Kendati demikian, pintar-pintarlah dalam memilih kemasan untuk usaha makanan ringan.

5. Target pasar

Target pasar adalah calon konsumen yang akan Anda tuju. Seperti apa karakteristiknya, berapa kira-kira usia peminat dari cemilan tersebut, serta seperti apa pola tingkah lakunya. Dengan mengetahui dan memahami siapa target pasar Anda, akan dapat membantu mempermudah Anda dalam menyasar target pasar yang tepat untuk produk yang Anda tawarkan.

6. Menentukan harga

Harga cemilan yang Anda buat sebaiknya disesuaikan dengan harga pasaran yang ada. Contoh, Anda menjual rempeyek kacang 200 gram dengan harga Rp8000. Tentunya, harga tersebut seimbang dengan harga rempeyek produsen lainnya. Ketika harga produk Anda tidak masuk akal, bahkan lebih mahal resiko konsumen akan menghindari produk Anda sangat besar.

Baca juga: Contoh Usaha UMKM yang Sering Dicoba Oleh Kalangan Pemula

60 Contoh Usaha Makanan Ringan Modal Kecil untuk Anda Coba

60-contoh-usaha-makanan-ringan
Sumber: Unsplash

Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang dapat Anda lakukan terlebih dahulu untuk memulai bisnis makanan ringan, berikut ragam pilihan makanan ringan atau cemilan yang bisa Anda jadikan sebagai referensi untuk dijual:

  1. Rempeyek
  2. Tahu bakso
  3. Cireng isian
  4. Tahu bulat
  5. Stik kentang
  6. Tahu walik
  7. Seblak ori
  8. Bakwan malang instan
  9. Mie lidi
  10. Keripik talas
  11. Keripik singkong
  12. Batagor
  13. Pempek
  14. Tahu kremes
  15. Kentang spiral
  16. Donat isian
  17. Burger
  18. Pizza mini
  19. Martabak manis
  20. Martabak telor
  21. Roti bakar pres keju
  22. Sempolan
  23. Bakso kuah instan
  24. Nugget ayam instan
  25. Otak-otak udang
  26. Telur gulung saos tiram
  27. Mendoan demit
  28. Pisang keju coklat
  29. Tahu aci pletok
  30. Makaroni mewek
  31. Jamur krispi
  32. Sostel
  33. Sosis panggang mayonaise
  34. Stik keju
  35. Stik ikan
  36. Kuaci
  37. Siomay
  38. Cilok
  39. Bakwan sayur jumbo
  40. Crepes susu
  41. Roti pie susu
  42. Keripik tempe
  43. Tahu petis
  44. Pempek palembang
  45. Rujak buah
  46. Salad buah mayonaise
  47. Sate telur puyuh
  48. Sate usus
  49. Sate jamur
  50. Mie geprek
  51. Bakso bakar
  52. Mie goreng ala toping
  53. Kacang polong goreng
  54. Kacang atom
  55. Kacang rebus
  56. Kembang goyang
  57. Pangsit goreng
  58. Nastar
  59. Kue lumpur
  60. Kue lapis  

Ada banyak sekali bukan, pilihan makanan ringan yang dapat Anda pilih untuk dijual. Dari sekian banyak pilihan di atas, modal yang Anda butuhkan juga terbilang tidak perlu besar. Selain itu, usaha dan tenaga yang dibutuhkan tidaklah besar karena makanan-makanan di atas juga terbilang mudah untuk dijual.

Jadi, cemilan apa yang akan Anda pilih untuk dijual?

Baca juga: 8 Bisnis Frozen Food Rumahan Bermodal Kecil

Start your 30-day free trial