Jenis-Jenis Franchise Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Franchise adalah bisnis yang dibuka dengan menggunakan merek dagang dari usaha lain. Pahami jenis franchise serta kelebihan dan kekurangannya.

Arti franchise dalam Bahasa Indonesia ialah waralaba. Franchise sendiri adalah suatu bisnis yang dibuka dengan menggunakan merek dagang dari usaha lain, namun pihak waralaba diharuskan membayar biaya awal serta royalti yang berkelanjutan. 

Jika disederhanakan, franchise ialah bentuk mendirikan usaha dengan menggunakan merek yang telah ada. Dengan begitu, pewaralaba tidak perlu lagi untuk mencari konsumen baru, karena telah ada konsumen yang mengenal merek tersebut. 

Keuntungan yang didapatkan oleh pewaralaba tidak hanya sekedar merek dagang, tetapi juga mendapatkan dukungan, suplai produksi, dan sistem bisnis. 

Umumnya terdapat 6 kriteria untuk memenuhi usaha dapat dikatakan sebagai franchise di Indonesia, yaitu:

∙Mempunyai ciri khas pada usahanya.  

∙Terbukti berhasil memberikan keuntungan. 

∙Mempunyai standar dalam pelayanan dan jasa atau barang.

∙Sistem usaha yang mudah untuk diajarkan dan diaplikasikan. 

∙Adanya dukungan yang berkelanjutan. 

∙Hak Kekayaan Intelektual atau KHI yang telah terdaftar.

Jenis-jenis Usaha Franchise

jenis-jenis-usaha-franchise-hubster
Sumber: Business Maza

1. Franchise Asing atau Luar Negeri

Franchise asing atau luar negeri merupakan franchise yang menggunakan merek berasal dari luar negeri. Umumnya, jenis ini lebih banyak disukai, karena memiliki sistem yang lebih jelas. Selain itu, mereknya telah dikenal masyarakat luas, misalnya saja seperti MCDonalds, Pizza Hut, dan lain sebagainya. 

2. Franchise Dalam Negeri

Franchise dalam negeri merupakan franchise yang menggunakan merek berasal dari dalam negeri. Berkembangnya franchise di Indonesia, menjadikannya juga digemari oleh masyarakat. Jenis franchise ini ocok untuk para pemula bisnis yang ingin menghasilkan keuntungan. 

Skema Bisnis Franchise 

Bisa dikatakan jika franchise adalah salah satu cara mudah dan cepat untuk memulai bisnis. Hal ini dikarenakan, merek yang digunakan umumnya telah dikenal oleh masyarakat. Tak hanya itu, franchise juga memberikan kemudahan untuk melakukan pengelolaan atau manajemen bisnis, karena pewaralaba harus menerapkan standar yang sama dengan merek tersebut. 

Misalnya saja, Anda ingin membeli sebuah merek franchise makanan yang nantinya akan mendapatkan paket berupa bahan baku, produksi, karyawan, layout ,dan media promosi. Anda tidak perlu lagi repot untuk memikirkan bahan baku, resep, dan alat produksi, karena semua itu telah diberikan. Anda hanya perlu menjalankan bisnis serta meningkatkan penjualan. 

Terdapat beberapa contoh franchise, antara lain makanan, apotek, dealer kendaraan, jasa pengiriman, minimarket, SPBU, dan lain sebagainya. Dalam menjalan bisnis franchise, tentu Anda perlu untuk melalukan pertimbangan penting, salah satunya mengenai biaya yang perlu dikeluarkan. 

Umumnya terdapat biaya yang timbul dari kesepakatan franchise, yaitu: 

Franchise fee, merupakan biaya yang dikeluarkan pihak waralaba kepada penyedia franchise ketika bisnis waralaba belum mulai beroperasi. Umumnya, biaya ini dikenal sebagai biaya hak atau lisensi. 

Royalty fee franchise, merupakan biaya yang dikeluarkan pihak waralaba kepada franchisor ketika bisnis waralaba telah mulai beroperasi. Umumnya, biaya ini dapat dibayar secara bulanan dan dihitung dari persentase penjualan. . 

Biaya bahan baku, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan baku atau persediaan. Hal ini dikarenakan beberapa penyedia franchise menerapkan kewajiban membeli bahan baku darinya. 

Baca juga: 7 Cara Mengembangkan Usaha Agar Untung dan Berkembang

15 Kelebihan Bisnis Franchise Dibandingkan Jenis Bisnis Lainnya

Terdapat beberapa kelebihan yang dapat Anda rasakan dengan memulai bisnis franchise, antara lain:

∙Risiko kegagalan dari usaha lebih dapat diminimalkan

∙Mendapatkan keuntungan dari iklan dan pembelian grup bisnis

∙Tersedianya training atau pelatihan berkelanjutan, sehingga pihak waralaba tidak melakukan trial and error

∙Ekspansi bisnis hadir lebih alami

∙Mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat

∙Terdapat standarisasi untuk produk dan sistem

∙Daya beli kolektif

∙Terdapat pengawasan serta konsultasi melalui ahlinya

∙Program periklanan nasional dan lokal

∙Iklan point-of-sale

∙Seragam karyawan yang lebih profesional

∙Sistem keuangan yang lebih baik

∙Terdapat panduan untuk memilih lokasi usaha

∙Memiliki SOP

∙Terdapat bantuan agar dapat melakukan pemasaran dalam meningkatkan penjualan

Kekurangan Bisnis Franchise

Dari banyaknya kelebihan yang dimiliki bisnis franchise, tentu ada beberapa kekurangan yang dimiliki. Beberapa kekurangan ataupun kerugian yang mungkin didapat dari menjalani bisnis franchise adalah:

∙Mengoperasikan bisnis secara mandiri, sehingga kurangnya kendali mengenai operasional. Penyedia franchise hanya memberikan arahan dan SOP

∙Terdapat kontrak yang mengikat

∙Apabila terjadi masalah pada penyedia franchise, maka akan berpengaruh pada franchise lainnya. Dengan begitu sistem ini dapat dikatakan cenderung tergantung pihak lain

∙Jenis usaha ini tidak cocok bagi Anda yang melakukan bisnis dengan cara Anda sendiri

Tips Menjalankan Bisnis Franchise

tips-bisnis-franchise

Setelah memahami apa itu franchise, jenis-jenis bisnis franchise, skemanya, serta keuntungan dan kerugian dari menjalani bisnis franchise, apakah Anda mulai tertarik untuk mencoba menjalani bisnis franchise? Franchise adalah usaha yang tepat bagi Anda apabila baru akan memulai menjalani bisnis.

Adapun tips-tips yang dapat Anda lakukan ketika menjalankan bisnis franchise adalah sebagai berikut.

1. Riset pasar

Hal yang pertama perlu Anda lakukan ialah dengan melakukan riset pasar. Ini dilakukan untuk melihat produk yang sedang trend, diminati, atau dibutuhkan oleh masyarakat.

2. Riset penyedia franchise

Hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan ialah melakukan riset penyedia franchise. Ini dilakukan untuk mengenali penyedia franchise tersebut lebih dalam dengan memperhatikan kualitas merek dan produk, harga, SOP, popularitas merek, dan perjanjian kontrak.

3. Memilih jenis franchise yang tepat

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah menentukan jenis franchise yang tepat. Lakukan pertimbangan secara matang. Pilihlah franchise berdasarkan harga, penawaran produk, SOP yang dimiliki, jumlah karyawan, dan lain sebagainya. Karena hal-hal tersebut memiliki pengaruh penting pada perkembangan bisnis. 

4. Melihat pelatihan dan proses standarisasi yang disediakan

Umumnya, setiap penyedia franchise menyediakan pelatihan bagi para calon penerima franchise. Pelatihan ini berguna agar dapat menjalankan bisnis dengan baik.

Nantinya penyedia franchise memberikan sosialisasi mengenai bisnis yang dijalankan. Kemudian, jika calon penerima franchise berhasil melakukan pelatihan, maka langkah selanjutnya melakukan pelatihan proses standarisasi yang berguna untuk melihat kelayakan dari calon penerima. 

5. Aksi dan evaluasi

Selanjutnya di langkah ini Anda sudah bisa memulai menjalankan usaha franchise. Dalam menjalankannya, pastikan mengikuti seluruh prosedur dan SOP yang telah dibuat di dalam perjanjian. Kemudian, nantinya Anda akan melakukan evaluasi di periode tertentu. Anda bisa berkonsultasi bersama pemilik franchise di pelatihan selanjutnya.

Itulah penjelasan lengkap seputar apa itu franchise hingga tips-tips untuk Anda yang berencana menjalankan bisnis franchise. Selamat mencoba!

Baca juga: 7 Franchise Makanan Kekinian Terlaris di Indonesia

Start your 30-day free trial