Memahami Bisnis Ritel, Tujuan, Serta Keuntungannya

Anda tentu tidak asing lagi dengan yang namanya bisnis ritel. Berikut penjelasan lengkap seputar apa itu bisnis ritel, tujuan, serta keuntungan yang ditawarkan.

Pernahkah Anda membeli sebuah barang di pasar, mall, minimarket, atau supermarket?

Dapat dipastikan jawaban Anda semua sudah pasti iya walaupun cuma sekali saja. Tempat-tempat yang disebutkan di atas adalah tempat perbelanjaan dengan jenis bisnis berupa bisnis ritel. Di mana, bisnis ritel ini menjual barang dari beberapa sumber untuk dipasarkan ke tangan akhir yaitu konsumen.

Untuk lebih jelasnya tentang bisnis ritel, simak semua hal tentang ritel di bawah ini!

Apa Itu Bisnis Ritel?

Bisnis ritel merupakan sebuah usaha yang menjual produk kebutuhan harian dengan kelompok sasaran konsumen akhir. Sebagai contoh, Anda membeli barang kebutuhan harian seperti sabun, deterjen, cemilan, pasta gigi, pakaian, sepatu, sandal dan sebagainya yang hanya untuk dikenakan pribadi. Inilah yang disebut dengan bisnis ritel, membeli barang yang hanya akan digunakan sekali dan tidak diperjualbelikan kembali.  

Sebutan bagi orang yang menjual barang-barang ritel adalah pengecer. Biasanya, pengecer akan mengambil barang dari supplier atau produsen dengan harga lebih murah dalam jumlah besar, nantinya barang tersebut akan dijual kembali dengan laba tertentu, jumlah lebih kecil.

Hal ini tentu sangat menguntungkan pelaku bisnis ritel karena setiap barang satuan dengan merek yang sama memiliki laba dan dikalikan dengan jumlah, merek, jenis barang yang berbeda. Sehingga, tumpukan labanya semakin tinggi. Tak heran jika selama pandemi banyak menjamur usaha ritel kecil, menengah karena sedikit labanya akan menghasilkan banyak laba yang maksimal.

Ciri Khas Bisnis Ritel

Ada 3 ciri khas bisnis ritel yaitu ketersediaan barangnya beragam, langsung berhadapan dengan konsumen akhir dan jumlah barang yang dijual boleh satuan kecil saja. Kelebihan dari ritel lebih condong memanjakan konsumen sebagai raja karena dalam satu tempat konsumen bisa memilih dan membeli keperluan dengan harga yang pas.

Tujuan dari Bisnis Ritel

Adapun tujuan dari bisnis ritel di antaranya:

1. Menaikkan tingkat kesejahteraan

Dengan Anda membuka usaha ritel walaupun kecil misalnya warung sembako, tentu sedikit banyak akan menghasilkan pemasukan untuk Anda dan nantinya Anda akan membutuhkan karyawan tambahan untuk mengelola warung Anda tersebut. Pemasukan Anda yang tadinya hanya 1 sumber saja bisa bertambah minimal 30% dari usaha ritel. Anda juga membantu orang lain untuk bekerja di warung atau toko, dengan demikian membuka lowongan kerja bagi orang lain termasuk ikut membantu menaikkan kesejahteraan.

Minimal dengan adanya 2 karyawan yang membantu Anda, keluarga karyawan akan ikut merasakan manfaat dari kesejahteraan yang Anda buat.

2. Memenuhi kebutuhan banyak orang

Dari segi kebutuhan, bisnis ritel sangat bagus karena setiap harinya semua orang akan membeli kebutuhan untuk hidup. Klasifikasi kebutuhan pokok terutama menjadi sebuah hal yang vital dalam bisnis ritel, seperti beras, gula, garam, sayuran, pasta gigi, cemilan dan sebagainya.

Simbiosis mutualisme antara konsumen akhir dengan pelaku ritel terjalin dengan baik karena sama-sama terpenuhi. Pelaku ritel menyediakan barang kebutuhan sedangkan konsumen akhir memiliki uang untuk membayar barang.

3. Membuat sistem ekonomi lebih bersaing

Menjamurnya pelaku ritel tentu membuat sistem ekonomi bersaing ketat terutama soal harga. Harga barang akan dinilai oleh konsumen sebagai pokok jual beli. Harga sedikit tinggi selisih Rp. 200 – Rp. 500 katakanlah tidak menjadi sebuah masalah karena saat ini orang mencari toko yang dekat, lengkap dan layanan terbaik. Alhasil, saingan ekonomi membuat barang yang dijual makin terkenal, dibutuhkan dan pelaku berusaha menggali strategi penjualan agar selalu capai target omzet.

4. Merangsang orang untuk belajar bisnis

Bisnis ritel untuk pemula bisa merangsang seseorang untuk mau belajar tentang dunia jual beli karena hampir saat ini dunia dikuasai dengan sistem jual beli. Entah barang apapun, 99% orang pasti membeli barang untuk dijual kembali atau dipakai sendiri.

Belajar bisnis ritel nantinya bermanfaat ketika masa tua Anda harus mulai memikirkan tabungan mandiri karena setiap anak belum tentu bisa memiliki investasi untuk orang tuanya.

Baca juga: Manfaat dan Cara Daftar IUMK Online Bagi Pengusaha

Seberapa Besar Keuntungan dari Bisnis Ritel?

Berbicara tentang keuntungan, tentu kembali lagi kepada barang apa yang Anda jual. Ada barang ritel yang menyediakan laba besar untuk satu jenis barang tetapi sirkulasi keluarnya agak lama seperti bahan non konsumsi, tahan lama. Sedangkan untuk jenis barang dengan sirkulasi cepat (fast moving) seperti makanan, minuman memiliki laba kecil tapi cepat terkumpul. Nah, Anda bisa memilih jenis ritel apakah yang akan ditekuni. Apakah keduanya atau hanya salah satunya saja.

Alur Sistem Bisnis Ritel

Dari pertama kali Anda akan memulai ritel dengan bentuk toko rumahan, tentu ada alur penyampaian bisnis ritel agar tetap berkembang dan bertahan, yaitu:

  1. Produsen
  2. Supplier
  3. Grosir
  4. Ritel
  5. Konsumen akhir

Apabila Anda ingin membuat toko rumahan, cukup mencari sumber pasokan barang dari 2 atau 3. Biasanya ada kuota jumlah tertentu jika Anda ingin mengambil dari supplier atau grosiran.

Untuk supplier memang harganya sangat miring dibandingkan grosiran tetapi jumlah pengambilan barangnya harus besar, sedangkan untuk grosiran pembeli (pelaku ritel) boleh mengambil beberapa karton saja dengan harga diatas supplier.

Jadi, untuk skala toko rumahan memang sebaiknya Anda ambil barang dari grosiran untuk melihat potensi konsumen. Jika potensi konsumennya tinggi sekali maka Anda bisa mengambil lebih banyak lagi barang dengan permintaan harga grosiran lebih miring.  

Usaha ritel akan bertahan lama karena barang yang dijual rata-rata dicari oleh semua orang. Keuntungan berlipat ganda karena laba tak hanya dari 1 bungkus saja tetapi jenis bahkan jumlah

Baca juga: Cara Memulai Bisnis Online dari Nol Bagi Entrepeneur

Start your 30-day free trial